Ketika seseorang mendapatkan suatu kesulitan,
lalu mampu berpikir kritis,
dan sanggup mengkalkulasikan sesuatu tanpa cela,
dan mulai berandai-andai,

lalu bila masalah teratasi,
dan telah dibukakan jalan,
lalu kemana sikap kritis itu,
dan pikiran gelap yang bertindak semaunya,

mulailah berpikir ketika kita keadaan dalam sulit senang,
tetaplah berpikir jernih dan kritis,
mau menerima masukan sekeras apa yang dia ucapkan,
bukankah kita harus sanggup memfilter segala kebaikan?
Met siang semuanya…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s