Sulitnya menerima keadaan,
manakala kalah dalam arena persaingan,
lalu mengapa menjadi amarah,
apa yang kau korbankan selama bkompetisi hingga seperti itu,
lalu anda menganggap kehidupan itu tak adil,
dan menganggap harapan lenyap segalanya?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s